-->
Menu
/ /
 Lomba Bertutur untuk Siswa Sekolah Dasar(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Nasional



www.ernawatililys.com - Pelaksanaan Lomba Bertutur bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Nasional sejak tahun 2020 harus diadaptasi menjadi format virtual karena pandemi COVID-19 yang melanda. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 dan Nomor 12 Tahun 2020 yang menetapkan status kedaruratan kesehatan dan bencana nasional terkait penyebaran virus.


Sedangkan pada tahun 2024, lomba bertutur kembali diselenggarakan secara luring di Jakarta. Pelaksanaan lomba ini diintegrasikan sebagai bagian dari proses belajar siswa-siswi, dengan tujuan meningkatkan budaya baca dan literasi sejak dini. Lomba bertutur tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi dan motivasi di tingkat nasional melalui jalur sekolah tingkat dasar.



Pesan melalui “Tradisi lisan”yang merupakan salah satu asset asli Indonesia seperti legenda, mitos, fable, dongeng, epos dan sejarah sebagian sudah diabadikan dalam bentuk tulisan.Tulisan ini sebagian besar sudah menjadi koleksi perpustakaan, contoh : Cerita si Leungli, Sangkuriang, sakadang kuya jeung sakadang monyet ngala cau, dan sebagainya. Cerita-cerita semacam ini bila diangkat kembali dapat membangkitkan cinta anak terhadap budaya daerah (budaya lokal). Melalui cerita rakyat nusantara yang dikemas dan dipentaskan secara baik dan indah akan menumbuhkan rasa kekaguman kepada khasanah kekayaan budaya bangsa, yang pada gilirannya akan menumbuhkan rasa menghormati, rasa bersatu padu dalam ikatan kebangsaan yaitu bangsa Indonesia.


Dalam rangka mengembangkan kegemaran membaca di Tingkat Sekolah Dasar (SD) /Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan melestarikan aneka budaya daerah (lokal) serta serta membangun rasa menghargai dan menghormati  perbedaan suku, budaya, seni dan tutur bahasa dalam kerangka memperkokoh persatuan bangsa,  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024 akan kembali  melaksanakan lomba bertutur bagi Siswa-Siwi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta Tingkat Jawa Barat. Dispusipda mengusung tema” "MENINGKATKAN BUDAYA BACA ANAK DENGAN BERCERITA.





Tujuan lomba bertutur bagi siswa-siswi SD/MI

1.Menumbuhkembangkan kegemaran membaca anak-anak serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan atau buku yang mengandung nilai dan/atau perjuangan, kepahlawanan dan  pembangunan karakter bangsa;

2.Mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah (lokal) yang isinya mengandung nilai – nilai kepahlawanan, perjuangan  dan misi membangun  karakter bangsa (baik buku bernuansa cerita kepahlawanan maupun legenda); 

3.Menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak terhadap karya budaya bangsa;

4.Mencari bibit-bibit generasi muda dari semua daerah di Jawa Barat, yang dapat menjadi panutan dalam menjalankan kebiasaan gemar membaca.


Materi Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Kabupaten/Kota:

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam materi lomba disamping memenuhi ketentuan yang dijelaskan tentang persyaratan lomba, juga mengikuti petunjuk sbb:

a.Materi lomba ditetapkan oleh Panitia Kabupaten/Kota yang bersumber dari buku cerita rakyat/legenda yang berasal dari daerah/budaya lokal yang sudah dipublikasikan ataupun belum pernah dipublikasikan dengan melampirkan Surat Keterangan/Berita Acara dari Kepala DISPUSIPDA Kab/Kota (dalam wilayah Kabupaten/Kota masing-masing) yang menjelaskan keaslian dan kebenaran asal usul cerita tersebut berdasarkan masukan dari para tetua daerah tersebut. Buku diperoleh dari perpustakaan sekolah dan/atau Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota masing-masing;

b.Materi lomba adalah cerita rakyat (bermuatan lokal  yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/fabel) dan  membangun pendidikan karakter bangsa seperti: sikap nasionalisme, sikap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif, sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap bersahabat, sikap toleransi dan sikap senang belajar;

c.Buku atau materi cerita yang wajib disiapkan, dipahami serta diceritakan secara baik, lancar, menarik, dan jelas untuk setiap peserta lomba sebanyak 1 (satu) judul buku.

d.Buku untuk diceritakan adalah 1 (satu) judul buku dengan ketentuan sebagai berikut :

1)Buku cerita tersebut disampaikan atau ditunjukkan ke panitia dalam bentuk foto copy berwarna secara keseluruhan sebagai tanda bukti;

2)Buku/materi yang terpilih untuk diceritakan kembali di Tingkat Provinsi  agar dibuatkan sinopsis atau ringkasannya sebanyak 1-2 halaman (Times New Roman 11 dengan spasi1,5);

3)Bila penyampaian cerita dibutuhkan alat peraga (assecories) peserta mempersiapakan  alat peraga secara mandiri;

4)Alat peraga yang dibawa hanya terbatas pada alat dukung cerita, dan bukan sebagai dekorasi panggung;

5)Bagi daerah yang tidak memiliki cerita daerah, dapat memakai cerita/legenda di daerah masing-masing sesuai dengan ketentuan dalam butir 1 di atas;

6)Penyampaian isi buku cerita yang dipilih telah disesuaikan dan   diminimalisir dari aspek:

a)Kekerasan;

b)Pembunuhan;

c)Perebutan kekuasaan;

d)percintaan, romantisme, dan/atau perselingkuhan.

Tanpa mengurangi esensi dari isi cerita pada buku yang dimaksud.

7)Judul dan isi cerita yang dibawakaan dalam lomba bertutur hendaknya  merupakan cerita yang belum banyak diketahui masyarakat, bukan cerita rakyat secara umum yang sudah popular dikenal masyarakat. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari penggalian, pengenalan dan pengayaan materi dalam pengembangan cerita di masyarakat.


Materi Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Provinsi:

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam materi lomba, sebagai berikut:

a.Materi lomba ditetapkan oleh panitia Provinsi dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional yang bersumber dari buku cerita rakyat yang berasal dari daerah/budaya lokal, baik yang sudah dipublikasikan ataupun yang belum pernah dipublikasikan dengan melampirkan Surat Keterangan/Berita Acara dari pejabat setempat  (dalam wilayah Kab/Kota masing-masing), yang menjelaskan kebenaran asal-usul cerita berdasarkan masukan dari para tetua adat daerah tersebut. Buku tersebut diperoleh dari perpustakaan sekolah masing-masing atau Perpustakaan Umum Provinsi Masing-masing;

b.Materi lomba adalah cerita rakyat (bermuatan lokal)  yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/fable) yang  membangun pendidikan karakter bangsa seperti: sikap nasionalisme, sikap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif, sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap persahabatan, sikap toleransi, dan sikap senang belajar,

c.Buku atau materi cerita yang wajib disiapkan, dipahami serta diceritakan secara baik, lancar, menarik, dan jelas untuk setiap peserta lomba sebanyak 1(satu) judul buku.

d.Buku untuk diceritakan adalah 1 (satu) judul buku dengan ketentuan sebagai berikut:

1)Buku cerita tersebut disampaikan atau ditunjukkan ke panitia dalam bentuk foto copy berwarna secara keseluruhan-sebagai tanda bukti;

2)Buku/materi yang terpilih untuk diceritakan di Tingkat Kabupaten/Kota agar dibuatkan synopsis atau ringkasannya sebanyak 1-2 halaman (font Arial atau Times New Roman 11 dengan spasi 1.5);

3)Bila penyampaian cerita dibutuhkan alat peraga (assecories) peserta mempersiapkan alat peraga secara mandiri;

4)Bagi daerah yang  tidak memiliki cerita daerah, dapat memakai    cerita/legenda di daerah masing-masing berdasarkan masukan dari para  tetua adat daerah tersebut; 

5)Judul dan isi cerita yang dibawakan dalam lomba  Bertutur hendaknya judul yang baru, bukan judul umum yang sudah populer dikenal masyarakat. Hal ini dimaksudkan  sebagai bagian dari penggalian, pengenalan dan pengayaan materi.

6)Penyampaian isi buku  cerita yang dipilih telah disesuaikan dan diminimalisir dari aspek:

a)Kekerasan;

b)Pembunuhan;

c)Perebutan kekuasan;

d)Percintaan, romantisme, dan/atau perselingkuhan.

tanpa mengurangi esensi dari isi cerita pada buku yang  bersangkutan



Materi Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Nasional :

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam materi lomba, sebagai berikut:

a.Materi lomba adalah  cerita rakyat (bermuatan lokal) yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/fable) yang membangun pendidikan karakter bangsa seperti: sikap nasionalisme, sikap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif, sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap bersahabat, sikap toleransi, dan sikap senang belajar.

b.Pada buku tersebut materi cerita wajib disiapkan, dipahami serta diceritakan secara baik, lancar, menarik, dan jelas untuk setiap peserta lomba sebanyak 1 (satu) judul cerita;

c.Judul dan isi cerita yang dibawakan dalam lomba ke tingkat nasional hendaknya judul yang baru, bukan judul umum yang sudah popular dikenal masyarakat. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari penggalian, pengenalan dan pengayaan materi lomba.

d.Penyampaian isi buku cerita yang dipilih telah diedit dan diminimalisir dari aspek:

1)Kekerasan;

2)Pembunuhan;

3)Perebutan Kekuasaan; dan

4)Percintaan, Romantisme berlebih, dan/atau Perselingkuhan.

Proses minimalisir tersebut tidak mengurangi esensi dari isi cerita. 



Pendaftaran

Seluruh berkas diunggah pada aplikasi Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Nasional yang dapat diakses melalui  https://lombabertutur.perpusnas.go.id. Materi lomba berupa synopsis cerita selain diunggah juga harus dicetak dan diserahkan kepada panitia pusat saat registrasi peserta secara langsung.


Penilaian


Dalam pelaksanaan Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD)/Madsrasah Ibtidaiyah (MI)  Tingkat Provinsi Jawa Barat ada beberapa komponen dan bobot penilaian yang akan dijadikan dasar penilaian oleh Dewan Juri untuk menentukan pememenang Tingkat Provinsi adalah sebagai berikut :

A.Komponen-Komponen Penilaian

Komponen-komponen penilaian Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Provinsi sebagai berikut:

1.Penampilan Peserta dalam Bertutur

Lebih ditekankan kepada penampilan peserta, apakah ia tampil dengan santai/wajar, penuh percaya diri, meyakinkan dan mantap atau sebaliknya.

2.Cara Bertutur / Teknik Bertutur

Para peserta hendaknya memulai atau penampilannya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : volume suara, dialog, narasi, dan penguasaan panggung;

3.Penguasaan Materi

Peserta harus menguasai isi cerita dan menghayati cerita yang dibawakan, disamping itu peserta harus melakukan improvisasi maupun menyesuaikan fantasi dan imajinasi dalam berintegrasi dengan materi cerita yang dibawakan.

Keterangan:

a.Alat peraga maupun properti yang digunakan dalam Bertutur  tidak dinilai secara terpisah, namun penilaiannya dimasukkan pada penilaian “penguasaan materi” bertutur;

b.Ilustrasi seperti nada, menyanyi, ketawa dll sebagai pendukung saat tampil perlu diatur sebaik mungkin oleh peserta secara mandiri agar tidak mengurangi  makna dan nilai lomba cerita.

4.Kemampuan (Skill) Bertutur

Peserta harus bisa mendayagunakan seluruh kemampuan (potensi) dengan memadukan ketiga unsur penilaian di atas secara kreatif, efektif dan inovatif. Ditambah dengan kemampuan menjawab pertanyaan Dewan Juri yang bersumber dari judul buku yang pernah dibaca dan dicantumkan di biodata peserta.



Lomba bertutur ini sangat penting bagi siswa selain dapat meningkatkan budaya membaca dan bercerita juga mendapatkan apresiasi serta jejak prestasi yang mengharumkan nama sekolah, kota dan bahkan tingkat provinsi dan bisa melaju ke tingkat nasional. Diharapkan setiap sekolah dalam mengadakan pelatihan menulis dan memasukkan kegiatan ini sebagai ektrakurikuler menulis di setiap sekolah. Sehingga, bakat-bakat anak-anak dapat terasah. Jika sudah ada lomba tak perlu pusing mencari kandidat setiap sekolah telah melatih para siswa-siswinya. 


Salam Literasi 


/ /
Ernawati Lilys dan Jejak Literasi




www.ernawatililys.com - Menulis menjadi salah satu hobi yang ditekuni saya dan sekaligus menjadi sebuah profesi. Bagi saya menulis adalah cara bergerak dalam hidup dan berbagi tinta kebaikan, yang muara tulisan bisa menjadi resapan literasi yang menyuburkan negeri ini. Menulis buku di tengah-tengah kesibukan menjadi seorang istri dan ibu bagi ke empat anak-anaknya. 


Tak pernah berhenti belajar, menjadikan perjalanan menulis yang saya lalui tak pernah monoton. Belajar berbagai macam genre, baik itu buku-buku nonfiksi, buku-buku fiksi seperti kumpulan puisi, cerpen, novel, serta buku-buku anak. Komik, ilustrated book, picture book. 


Saya meyakini, setiap tulisan akan menemukan takdirnya sendiri. Yang terpenting niat menulis kita adalah untuk menjejakkan karya kebaikan. Tidak lebih dari itu. Menulis juga sebagai aktualisasi diri dan juga cara berdamai dengan diri sendiri. Bahwa, menemukan kebahagiaan sesederhana kita mencintai menulis dan membaca dalam satu waktu. 


Selain menulis dan berbagi tips menulis di blog juga aktif mengajar kelas-kelas menulis. Tentu saja, kepedulian terhadap para perempuan tetap menjadi prioritasnya. Mengajak para wanita untuk bisa berkarya di mana saja, maka dibentuklah Moms Institute.com, selain itu juga komunitas perempuan menulis dan juga keluarga penulis. Mengajak para member untuk senantiasa aktif mengisi waktu dengan berkarya. 


Jejak Karya bisa dibaca di Portfolio Erna


/ /
Focus Group Discussion (FGD) Kota Bekasi


 www.ernawatililys.com - Bekasi - Kamis, 18 Juli 2024 lalu saya mendapatkan undangan untuk menghadiri Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bekasi, yang bertempat di Gedung B Fisip UNISMA tepatnya di Jalan Cut Meutia 83 Kota Bekasi 17113. 

Adapun acara tersebut mengenasi Ekpose Lapran Antara dan FGD Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bekasi. 

Saya masuk dalam kelompok 5 dengan gabungan tim dari Design Komunikasi Visual (DKV), penerbitan, dan Pengembangan permainan. 

Setelah rapat FGD ini saya berlanjut ke sekolah untuk melatih siswa yang akan mengikuti lomba bertutur tingkat provinsi. 





Terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif di Kota Bekasi, dengan kontribusi terhadap Ekonomi Kreatif pada Tahun 2023, didominasi oleh Kuliner (27,75%), Fashion (9,96%), Design Produk (8,28%), Fotografi (7,70%), dan Kerajinan Tangan/Kriya (7,31). 


Focus Group Discussion (FGD) adalah suatu metode diskusi kelompokm terfokus untuk menggali permasalahan dan merumuskan problem solving. 


Tujuannya: 

1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan.

2. Merancang strategi pengembangan Ekraf Kota Bekasi 

3.Merancang model kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk pengembangan Ekraf Kota Bekasi 


Adapun sasarannya adalah tersedianya informasi awal dari pelaku Ekraf untuk melakukan analisis strategi dan kolaborasi multi-stakeholder dalam pengembangan RIPDA Ekraf Kota Bekasi.


Harapan saya semoga dengan adanya FGD dapat menggerakkan semua sektor dan merata dalam hal pembinaan, kemajuan dan juga keterlibatan dalam penggerakkan Ekonomi Kreatif Kota Bekasi. 



Salam Literasi 

/ /
10 Cara Membuat Cerita yang Menarik

Sebuah cerita  biasanya terdiri dari beberapa unsur yang membentuk struktur dan memberikan kekuatan naratif. Berikut adalah beberapa unsur penting yang umumnya ada dalam sebuah cerita:


10 Cara Membuat Cerita yang Menarik


  •  Pengantar (Introduction):

        Bagian pengantar memperkenalkan pembaca dengan latar belakang cerita, lokasi, waktu, dan suasana umum.

        Membuat pembaca tertarik dan penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.


  •     Plot (Plot):

        Plot adalah rangkaian peristiwa dan tindakan yang membentuk cerita.

        Termasuk elemen seperti konflik, tantangan, tindakan, dan resolusi.

        Terdiri dari pemaparan, klimaks, dan penyelesaian.


  •     Karakter (Characters):

        Menciptakan karakter adalah tugas penulis. Karakter harus berkaitan dengan cerita bukan asal-asalan menambahkan karakter/tokoh. Karakter adalah orang-orang yang terlibat dalam cerita.

        Terdapat karakter utama dan karakter pendukung.

        Karakter dikembangkan melalui penampilan fisik, kepribadian, motivasi, dan interaksi dengan karakter lain.


  •     Pengaturan (Setting):

        Setting sangat penting dalam mendukung sebuah cerita. Pengaturan mencakup tempat, waktu, dan suasana di mana cerita berlangsung.

        Detail pengaturan membantu pembaca membayangkan lingkungan dan suasana cerita.


  •     Konflik (Conflict):

        Setiap cerita pasti mengandung konflik dan tokoh memberikan penjelasan atau cara mengurai masalah yang dialaminya sehingga pembaca bisa mengambil pesan/amanat dalam sebuah cerita. Konflik adalah pertentangan atau masalah yang dihadapi oleh karakter.

        Ada berbagai jenis konflik, seperti konflik internal (dalam pikiran karakter) atau konflik eksternal (dengan karakter lain atau lingkungan).


  •     Tema (Theme):

        Tema adalah pesan atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita.

        Tema bisa menjadi suatu pelajaran, nilai-nilai, atau pandangan hidup.

        Membantu menyampaikan makna yang lebih dalam dari cerita.


  •     Gaya Bahasa (Writing Style):

        Gaya bahasa mencakup penggunaan kata, frasa, kalimat, dan struktur kalimat oleh penulis.

        Gaya bahasa dapat menciptakan suasana, menggambarkan karakter, dan mempengaruhi ritme dan nada cerita.


  •     Suasana (Atmosphere):

        Suasana adalah perasaan atau suasana hati yang dihasilkan oleh cerita.

        Dapat berupa suasana misteri, tegang, bahagia, sedih, atau lainnya.

        Dibentuk melalui penggunaan deskripsi, dialog, dan elemen lainnya.


  •     Titik Balik (Turning Point):

        Titik balik adalah momen penting di cerita di mana perubahan besar terjadi.

        Bisa berupa kejadian tak terduga, pengungkapan rahasia, atau perubahan signifikan dalam karakter atau plot.


  •     Penyelesaian (Resolution):

        Bagian penyelesaian mengungkapkan bagaimana konflik diselesaikan atau menawarkan resolusi cerita.

        Memungkinkan pembaca untuk merasa puas dengan akhir cerita dan memberikan penutup yang memuaskan.


Setiap unsur ini berkontribusi untuk membentuk cerita yang kuat dan menarik bagi pembaca. Begitulah 10 Cara Membuat Cerita yang Menarik. Jika ada yang ingin ditambahkan silakan di kolom komentar ya 

/ /
 Terus Menulis dan Berkarya untuk Literasi Indonesia



Rembulan pamit di tengah tahun. Menyisakan sepi dalam perjalanan malam. Menarik napas lalu menghempaskan panjang, pada roda yang semakin berat diajak berputar. Pada jani-janji masa depan yang tiba-tiba menghilang. Berganti fajar yang menyajikan kehangatan pada hati setengah beku. Rukuk dan bersujud pada takdir-Nya yang pasti. Karena hidup itu bergerak, pantang menepi sekalipun pedal tak terkendali, pantang menyerah sekalipun arah tak lagi seirama. Tetap mencari muara pada anak-anak sungai kreativitas hingga menemukan telaga kesejukan hatimu dalam air kehidupan yang damai. Bergerak, bermanfaat dan terus berkreasi tanpa henti. 


***


Aku Menulis Maka Aku Ada, begitulah judul buku Kang Maman. Lelaki yang selama ini saya kagumi melalui notulen-notulen saktinya.  Jika Kang Maman yang blasteran darah Makasar - sunda, maka saya juga blasteran Minang - Sunda. Jika Kang Maman dan saya sama-sama lahir ditanggal 10, kita yang sama dan ada juga yang tak sama. Berbicara literasi, saya mengingat sosok bapak saya yang ternyata suka menulis pada buku harian. Dari beliaulah saya melihat sebuah proses menuliskan sebuah kisah kehidupan. Hingga akhirnya saya menjadi seorang penulis. 

Perjalanan menjadi penulis dan langganan dapat ekspedisi JNE. 




Setelah lulus sekolah, saya merantau untuk kerja dan kuliah. Serta mencari komunitas kepenulisan untuk belajar menulis. Belum selesai kuliah dan kerja diposisi yang sedang nyaman saya menikah, saya mempunya 3 peran, sebagai pegawai, mahasiswi dan istri. Dunia seperti jungkir balik, penyesuaian yang tidak mudah. Banyak babak baru kehidupan dimulai dari sini. Perlahan saya menyiapkan surat resign kerja dari tempat di mana saya bisa membiayai kuliah saya hingga mendapatkan dana pensiun dini. Satu persatu perkuliahan mulai diselesaikan, serta perjalanan rumah tangga membawa saya menjadi seorang ibu dengan gelar mulia sepanjang masa di tengah saya ujian akhir semester dan persiapan sidang tugas akhir. Babak belur jadi mahasiswa tak membuat saya mengabaikan peran menjadi seorang ibu. Di temani ibu saya selama proses menyelesaikan perkuliahan dan dukungan suami akhirnya semua terselesaikan dengan baik sesuai amanat ibu saya, nikah dan kuliah selesai. 


Setelah lulus kuliah, saya resmi mendapatkan gelar sarjana ibu rumah tangga. Ijazah tak pernah saya pakai. Cibiran dan cemoohan dari orang sekitar menjadi makanan sehari-hari. Sebenarnya tidak saya hiraukan, karena jalan ini memang sudah dipilih ibu saya. Ingin anaknya ada yang menjaga di tanah rantau. Walau kemudian ibu saya memboyong saya pulang kembali, karena masih harus banyak belajar menjadi seorang ibu muda.  Di saat yang sama, saya belajar menjadi seorang ibu, yang sehari-hari saya membaca kanji sekarang saya baca buku MPASI. Kemudian, saya belajar tumbuh kembang anak. Kado-kado jadi teman kerja saat resign baru saya buka, banyak sekali buku-buku parenting yang saya dapatkan. Saya membaca satu persatu buku tersebut. Untuk berdamai dengan diri sendiri, maka saya mulai mengeblog kembali. Dahulu waktu di sekolah SMA saya sudah membuat blog, ketika kuliah saya menulis di multiplay, friendster dan di platform kemudiandotcom untuk genre tulisan cerpen. 


Jika waktu kuliah saya menulis buku Kuliah vs Kuli-ah diterbitkan BIP Gramedia berupa pengalaman saya yang bekerja sambil kuliah. Selanjutnya buku Kalo Cinta Bilang Aja! juga diterbitkan di penerbit BIP lini Gramedia. Maka, setelah menjadi ibu saya lebih banyak menulis tentang catatan tumbuh kembang anak saya di blog www.ernawatililys.com dan menulis buku-buku anak. Sejak menjadi ibu, saya banyak belajar tentang buku-buku anak. Buku pengayaan berjudul Cerita Seru dan Fakta Unik Tentang Burung  menjadi buku solo pertamanya kategori buku anak. Buku lainnya diterbitkan dalam bahasa Inggris,  bahasa Betawi, bahasa Sunda, bahasa Jawa. Bukunya yang berjudul Kue Rangi menjadi buku anak dwibahasa Indonesia-Betawi yang diterbitkan Balai Bahasa Jawa Barat, juga “Ulama Pejuang di Tanah Patriot” masuk dalam buku kumpulan Cerita Rakyat Jawa barat. Buku Baju-Baju Muslima dialihbahasakan menjadi bahasa Jawa dan bahasa Inggris. 



Setelah saya punya anak dua, geliat saya pada buku semakin jadi. Tahun 2015 saya selama satu tahun tersebut membaca buku hampir seratus judul buku dan saya resensikan ke berbagai media dari majalah, koran, website dan juga blog pribadi saya. Beberapa penerbit pun memberikan saya hadiah berupa uang dan barang. Salah satu kurir langganan saya adalah JNE karena rumah ibu saya yang begitu sulit untuk ditemukan, semacam hidden home. Tim pengantar JNE ini salah satu kehebatannya adalah bisa menemukan rumah ibu saya, hehehe. Selain meresensi buku, tentu saja saya juga menulis buku dan menjualnya sendiri. Ekspedisi langganan saya JNE, berada di pinggir jalan, dari rumah ibu saya hanya tinggal jalan kaki. Saya mengantarkan paket-paket saya pada pagi hari bersama anak-anak saya. Selanjutnya karena sudah langganan kadang saya sudah bertukar nomor handphone untuk menanyakan pengiriman jika di pelosok atau luar pulau Jawa bahkan luar negeri. Pelayanan staff JNE sangat baik, selain menawarkan mengambil paket-paket buku saya, juga pernah membantu saya ketika saya mau membuat website penjualan online. Dahulu, saya membuat website seperti e-commerce, dengan hosting sendiri dan data pelanggan saya yang pegang bagi mereka yang berbelanja di toko familydotcom. Baru selesai design websitenya, saya baru tahu untuk penghitungan ongkir  perlu data dari pihak ekspedisi. Saya bingung sekali, karena tidak berani minta file kepada ekspedisi. Kemudian, suami mencari beberapa ekspedisi dan tidak diberikan. Saya pun panik, karena sudah keluar banyak uang untuk beli domain dan hosting, kalau gagal rasanya sedih sekali. Akhirnya, ada pesan buku lagi di WhatsApp saya. Saya pun membungkusnya dan berjalan kaki dengan pikiran yang masih bercabang-cabang entah kemana. Dalam menunggu antrian diinput admin JNE, saya pun menceritakan bahwa saya sedang membuat toko online, tetapi untuk mengecekkan ongkir otomatis harus masukkan data ekspedisi yang bekerja sama. Setelah bercerita seperti itu, saya belum berani meminta data tersebut ke pihak agen JNE, saya takut ditolak dan mungkin ini rahasia perusahaan, kalau menurut saya. Namun, tanpa diminta saya diberikan flashdisk dan data untuk di marketplace saya. Wah … mimpi apa, dapat yang baik begini. Akhirnya, jadilah toko online pertama saya, walau beberapa tahun kemudian tutup karena saya pindah rumah ke rumah sendiri (tidak lagi tinggal di rumah ibu saya) dan di kota yang berbeda. Untuk setting lokasi barang pengiriman tidak bisa diubah, jadi terpaksa tutup. 





Meskipun begitu, saya melanjutkan membuat toko online kembali di   marketplace lainnya, dan ekspedisi yang saya input tetap JNE. Di kota baru ini, saya kembali berlangganan dengan beberapa JNE cabang dan agen terdekat rumah. Mendapatkan fasilitas antar jemput paket, bertanya pengiriman ke dalam dan luar negeri pun di bantu. Akhirnya, saya pernah mengirim buku ke Singapura, Hongkong, Jepang dibantu agen JNE. Terbaik sekali layanannya. 




Suami pernah menitipkan barang-barang jualannya, berupa alat counterproduksi kebetulan saya di Jawa-Bekasi dan pengiriman ke Sumatera- Lampung. Sebenarnya, ke luar negeri saja bisa, apalagi hanya di seputaran Indonesia, tetapi bukan masalah area pengiriman. Masalah selanjutnya ukuran barang pengiriman yang hampir selebar pintu. Saya WhatsApp ke agen JNE Papan Mas, mereka mau membantu. Mulai dari ambil barangnya di rumah saya, dan asyiknya pembayaran bisa transfer, karena pada saat itu saya sedang jadi juri FLS2N di kota Jakarta. Saya pun menginfokan di WhatsApp dan setelah masa penjurian saya akan segera transfer. Alhamdulillah, barang tersebut pun sampai di Lampung dalam keadaan selamat dan menyala. Saya khawatir pecah karena dilempar atau dibanting-banting karena barang tersebut seperti televisi yang besar. 


Sejak tahun 2014 hingga sekarang, saya bekerja sama dengan JNE. Selama sepuluh tahun ini, sudah tak terhitung paket yang saya kirim melalui ekspedisi JNE. Paling banyak adalah paket-paket buku saya. 



JNE menjadi salah ekspedisi pilihan saya karena sangat profesional dan terpercaya. Adapun produk dan layanan JNE  sebagai berikut:


1. JNE Express

Menyediakan layanan pengiriman paket dan dokumen dalam negeri melalui lebih dari 8.000 titik layanan eksklusif di seluruh Indonesia, dari penjemputan hingga pengantaran tujuan.

Seperti : JNE Reguler, JNE Yes, JNE Oke, dan JNE Super Speed. 


2. JNE Logistics

Menawarkan solusi transportasi dan gudang terintegrasi dengan kemampuan layanan yang menyeluruh.

Seperti : Werehouse Fulfillment Service dan Distribution Service. 


3. JNE Freight

Melayani kiriman door to door untuk memenuhi kebutuhan kiriman ekspor internasional Anda, mencakup lebih 220 negara.





4. Roket Indonesia

Layanan pengiriman instan dalam kota.



Alasan kenapa saya memilih JNE yang pertama adalah pelayanan ramah dan sangat membantu saya seorang ibu rumah tangga yang ingin berkarya, baik itu pengiriman barang kecil hingga besar, pengiriman dalam negeri sampai luar negeri, aman dan terpercaya. 




Dari semua layanan JNE ini yang alhamdulillah membantu sekali dalam saya mendistribusikan buku-buku dan juga produk lainnya. Sejauh ini, semua paket telah diterima di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Terima kasih JNE sudah menemani saya  berkarya. Alhamdulillah berikut ini deretan buku saya yang sudah sampai di Jeddah, Turki, China dan lainnya. Pembaca senang, penulis pun menjadi semangat terus untuk berkarya. Memberi warna literasi untuk Indonesia.  Buku-buku yang di baca dapat menjadi gerakan mendukung Gerakan Indoesia Membaca. Alhamdulillah saat ini kurang lebih ada seratus judul buku yang saya tulis, terutama untuk buku-buku anak. 

Buku sampai Jeddah

Semoga lelahnya menjalani profesi ibu rumah tangga tak membuat diri ini berbeda. Menulis menjadi jalan dakwah berbagi kebaikan, dan JNE menjadi pilihan mengantarkan paket-paket buku saya. Buku sampai di tangan pembaca maka tersampaikan ilmu dan juga mengantarkan paket kebaikan. Apapun produknya, ingat selalu JNE pilihan ekspedisinya. Terus berkarya dan berdaya untuk dunia literasi Indonesia. 


#JNE #ConnectingHappiness #JNE33Tahun #JNEContentCompetition2024 #GasssTerusSemangatKreativitasnya  


Diberdayakan oleh Blogger.